Ayat Alkitab Terbaik untuk Membantah Sekali Selamat, Tetap Selamat & Pembenaran Hanya karena Iman
Agustus 21, 2023
SUPPORT
Copy Link
https://endtimes.video/id/membantah-sekali-selamat-tetap-selamat/
Copy Embed
vatikankatolik.id - Saluran dalam Bahasa Indonesia

Bruder Peter Dimond, OSB

Di dalam Perjanjian Baru ada begitu banyak ayat yang membantah pembenaran hanya karena iman (yang juga disebut sebagai Sola Fide) dan gagasan bahwa sekalinya seseorang dibenarkan, ia selalu dibenarkan (yang kadang kala disebut sebagai Sekali Selamat, Tetap Selamat). Gagasan Pembenaran Hanya karena Iman dan Sekali Selamat, Tetap Selamat ditentang dan dibantah oleh pada dasarnya setiap kitab Perjanjian Baru. Bukti untuk perkara ini ada begitu banyak, dan karena itu argumennya tidak pantas dibatasi hanya kepada satu ayat saja, menimbang banyaknya bukti yang dapat diajukan sehubungan perkara ini. Tetapi, kalau saya harus memilih satu teks saja dalam Perjanjian Baru, untuk membantah Sola Fide dan Sekali Selamat, Tetap Selamat, saya akan memilih Galatia 5:19-21.

Galatia 5:19-21- “Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.”

Di dalam Galatia 5:19-21, St. Paulus menyebutkan berbagai macam dosa berat yang memustahilkan orang untuk masuk Surga. Dosa-dosa itu termasuk percabulan, kecemaran, kemabukan, dan lain-lain. St. Paulus lalu berkata, “Kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.” St. Paulus memperingatkan para umat beriman dengan tegas bahwa kalau mereka melakukan dosa-dosa berat tersebut, mereka tidak akan masuk Surga. Kenyataan itu sama sekali membantah Sola Fide dan Sekali Selamat, Tetap Selamat, serta membuktikan bahwa umat beriman dapat kehilangan keselamatan mereka (dan dengan demikian membantah sekali dibenarkan, tetap dibenarkan). Itu juga merupakan bukti bahwa para umat beriman dapat kehilangan keselamatan mereka, akibat dosa-dosa berat (yakni melalui perbuatan mereka), bukan hanya karena mereka menyangkal iman atau akibat kemurtadan saja. Fakta itu menentang pembenaran hanya karena iman.

Dan orang Protestan tidak bisa berhasil menggunakan argumen bahwa ayat itu hanya berlaku kepada umat beriman palsu atau yang tidak tulus, dan bukan kepada para umat beriman sejati yang sungguh dibenarkan. Tidak. Argumen itu gagal total karena sewaktu St. Paulus berkata: “kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu”, ia sedang berkata secara langsung kepada para umat beriman sejati. St. Paulus memberikan peringatan secara langsung kepada rekan-rekannya, para anggota Tubuh Kristus, yaitu orang-orang yang disebutnya sebagai “anak-anak Allah” dan yang telah “mengenakan Kristus” di dalam Galatia 3:26-27.

Galatia 3:26-27: “Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.”

Jadi, pernyataan St. Paulus ini pastinya berlaku kepada para umat beriman yang sejati. Ia sedang memberi tahu para umat beriman sejati: Kuperingatkan kamu: janganlah ditipu oleh pesan yang sesat, seperti ajaran Sola Fide atau Sekali Dibenarkan, Tetap Dibenarkan, yang menyatakan bahwa dosa-dosa berat tidak dapat memustahilkan anda untuk masuk Surga, atau yang menyatakan bahwa setelah anda benar-benar percaya, anda dianggap sama sekali tidak dapat melakukan dosa berat, atau dianggap kebal terhadap dosa berat. Tidak, St. Paulus berkata bahwa anda sekalian yang telah mengenakan Kristus sudah diperingatkan.

Galatia 5:19-21 juga terutama begitu dahsyatnya oleh karena dua alasan yang lain. Pertama-tama, beberapa orang Protestan akan berargumentasi dengan putus asa, bahwa ayat-ayat dalam Perjanjian Baru tentang bagaimana orang akan “mati” akibat perbuatan dosa (misalnya Roma 8:12-13), hanya berarti bahwa umat beriman akan kehilangan hidup jasmaniah, dan bukan bahwa umat beriman mungkin menjadi binasa atau tidak dapat masuk Kerajaan Allah akibat dosa-dosa itu.   

Roma 8:12-13- “Jadi, saudara-saudara, kita adalah orang berhutang, tetapi bukan kepada daging, supaya hidup menurut daging. Sebab, jika [ei] kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

Pandangan semacam itu tentunya tidak benar. Tetapi karena Galatia 5:19-21 mengajarkan bahwa dosa-dosa berat memustahilkan orang-orang untuk masuk Kerajaan Allah, ayat ini menyanggah bantahan orang Protestan itu tanpa harus berkata apa-apa lagi.

Kedua, Galatia 5:19-21 begitu dahsyat karena meskipun kebenaran dan doktrin yang persis sama ditemukan dalam Efesus 5:5-11 dan di dalam 1 Korintus 6:9-11, ayat-ayat itu menggambarkan berbagai kategori pendosa yang tidak dapat mengambil bagian di dalam Surga (seperti orang-orang sundal, cemar, dsb.).

Efesus 5:5-11: “Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah. Janganlah kamu disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kamu berkawan dengan mereka. Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.”

1 Korintus 6:9-11- “Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah. Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.”

Ketika menghadapi ayat-ayat itu, beberapa orang Protestan kembali membuat argumen yang putus asa, bahwa kategori para pendosa itu, seperti orang-orang sundal, cemar, dsb. disebutkan karena umat beriman sejati yang telah dicuci bersih dianggap tidak dapat benar-benar menjadi orang sundal atau cemar atau pemabuk, dsb. Argumen itu juga sama sekali salah dan dihancurkan oleh fakta-fakta lain di dalam kitab-kitab tersebut – saya tidak punya cukup waktu untuk membahas semuanya pada saat ini (tontonlah video kami tentang 1 Korintus, sebagai contoh, yang menunjukkan bagaimana argumen itu disanggah oleh 1 Korintus 10:7-8). 

1 Korintus 10:7-8- “ ... jangan kita menjadi penyembah-penyembah berhala, sama seperti beberapa orang dari mereka, seperti ada tertulis: ‘Maka duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.’ Janganlah kita melakukan percabulan, seperti yang dilakukan oleh beberapa orang dari mereka...

Tetapi, yang disebutkan dalam Galatia 5:19-21 bukanlah kategori para pendosa, namun justru dosa-dosanya, dosa-dosa yang membuat “kamu” (umat beriman sejati) tidak dapat mengambil bagian di dalam Surga. Dan karena itulah ayat tersebut sama sekali menghancurkan bantahan orang Protestan itu tanpa harus berkata apa-apa lagi. Galatia 5:19-21 memojokkan orang Protestan, sehingga mereka sama sekali tidak dapat berdalih. Di dalam Galatia 5:19-21 terbungkus sebuah paket kecil yang memuat semua bahan yang diperlukan untuk menghancurkan doktrin keselamatan Protestan. 

Ada banyak ayat lain, yang menurut saya, sama kuatnya untuk sama sekali membantah posisi Protestan. 2 Petrus 2:20-22 adalah contohnya, tetapi kedahsyatan penuh dari 2 Petrus 2:20-22 terlihat jika perikop ini dibaca bersama-sama dengan penjelasan St. Petrus tentang keadaan rahmat / keadaan orang yang mengambil bagian di dalam kodrat ilahi, hanya satu bab sebelumnya, di dalam 2 Petrus 1:3-4.

2 Petrus 2:20-22- “Sebab jika mereka, oleh pengenalan mereka akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus, telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia, tetapi terlibat lagi di dalamnya, maka akhirnya keadaan mereka lebih buruk dari pada yang semula. Karena itu bagi mereka adalah lebih baik, jika mereka tidak pernah mengenal Jalan Kebenaran dari pada mengenalnya, tetapi kemudian berbalik dari perintah kudus yang disampaikan kepada mereka. Bagi mereka cocok apa yang dikatakan peribahasa yang benar ini: ‘Anjing kembali lagi ke muntahnya, dan babi yang mandi kembali lagi ke kubangannya.’”

2 Petrus 1:3-4- “Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”

Kedua perikop tersebut, ketika dipertimbangkan bersama-sama, menunjukkan tanpa keraguan sedikit pun, bahwa 2 Petrus 2:20-22 mengajarkan bahwa orang yang telah dimandikan dan telah melepaskan diri dari kecemaran-kecemaran dunia oleh karena pengenalan akan Yesus Kristus (dalam kata lain, orang yang telah mencapai keadaan di mana mereka mengambil bagian di dalam kodrat ilahi yang dijelaskan di dalam 2 Petrus 1:3-4) dapat jatuh dari keadaan itu dan menjadi binasa. Tetapi, karena makan waktu yang agak lebih panjang untuk membuktikan poin itu, Galatia 5:19-21, adalah ayat yang terbaik menurut saya.

Maka, menurut ajaran St. Paulus dan Kitab Suci, mereka yang telah sungguh menjadi anak-anak Allah dan telah mengenakan Kristus tidak akan mewarisi Kerajaan Allah jika mereka melakukan dosa berat. Itulah ajaran Kitab Suci. Semua orang yang mengajarkan hal yang berlawanan, menolak ajaran Alkitab dan mengajarkan injil palsu. Pembenaran Hanya karena Iman dan Sekali Selamat, Tetap Selamat adalah dusta yang tidak alkitabiah dan semua orang yang menyebarkan salah satu pun dari keduanya adalah orang bidah dan penyesat.

SHOW MORE