Fransiskus Berpartisipasi dalam Doa kepada Roh-Roh Jahat
Agustus 16, 2022
Copy Link
https://endtimes.video/id/fransiskus-kanada-ritus-pagan/
Copy Embed
vatikankatolik.id - Saluran dalam Bahasa Indonesia

|

Bruder Peter Dimond

Pada perjalanan Anti-Paus Fransiskus di Kanada di tanggal 27 Juli 2022, ia mengambil bagian secara aktif dalam suatu ritus pemurnian pagan, yang juga merupakan ritus penyembahan berhala. Ritus itu secara khusus diatur untuk memberikan kemudahan bagi Fransiskus. Fransiskus bahkan diberikan dua benda untuk membantunya berpartisipasi secara aktif, dan ada pernyataan publik yang menyiarkan bahwa Fransiskus akan berpartisipasi.

Pada saat ritus itu berlangsung, pemimpin ritus pagan itu berdoa kepada “eyang putri dari penjuru barat agar ia memberi… jalan masuk ke dalam lingkaran suci roh-roh”.

[Pemimpin ritus pagan:]  Kita akan membuat sebuah lingkaran maya dan kita akan membuka sebuah lingkaran di sini pada hari ini, dalam roh.

… Dan dari lingkaran itu, kita dapat membayangkan adanya api suci.  Api suci itu mempersatukan segala sesuatu yang ada di dalam ciptaan. Jadi kita juga akan menempatkan tembakau maya di dalam api itu. Kita akan menghormati tanah, angin, air, dan api. Kita akan menghormati aspek mineral, aspek tumbuh-tumbuhan, dan aspek manusia.

… Saya akan meminta kepada penjuru timur untuk membuka pintunya agar kita bisa mendapatkan jalan masuk ke arah sana. Saya akan meminta kepada penjuru selatan untuk membukakan pintunya pula, untuk mendapatkan jalan masuk ke arah sana.

… Saya akan meminta kepada penjuru barat untuk membukakan pintu itu, pintu milik eyang putri. Kita akan menghormati penjuru utara, penjuru milik para eyang kakung.

… Saya akan membuka keempat penjuru. Saya akan meniup peluit empat kali. Ini adalah sebuah tulang kalkun liar yang telah saya miliki selama sekitar 20 tahun dan saya menggunakannya pada upacara-upacara saya. Sebelum saya melakukannya, saya ingin agar anda masing-masing menempatkan tangan anda di hati anda.

… Hati dapat dijadikan seperti sebilah tongkat yang berbicara. Tetapi di sanalah Sang Pencipta menempatkan hikmat dalam diri manusia, dan kita sering kali perlu mengingatkan diri kita sendiri tentang hal ini. Ini adalah sikap badan yang penting untuk menghubungkan diri kita sendiri dengan hikmat itu.

… Saya meminta kepada eyang putri dari penjuru barat agar ia memberi kita jalan masuk ke dalam lingkaran suci roh-roh supaya mereka dapat berada bersama kita, sehingga kita dapat bersatu dan menjadi semakin kuat bersama.

Ini adalah upacara yang satanik, dan pastinya adalah suatu tindak kemurtadan publik. Siapa pun yang memberi tahu anda bahwa partisipasi aktif di dalam ritus pagan semacam itu (seperti yang dilakukan oleh Fransiskus dan para kardinal palsunya) bukan suatu tindak bidah atau kemurtadan, orang semacam itu tidak jujur atau sederhananya tidak tahu apa yang sedang ia katakan. Seperti yang diajarkan oleh St. Thomas, seandainya seseorang menyembah di kubur Muhammad, ia akan dianggap sebagai seorang pemurtad. Demikian pula, dengan berpartisipasi secara aktif dalam suatu ritus pagan di mana doa dipanjatkan kepada “eyang putri dari penjuru barat” demi memberikan jalan masuk ke dalam “lingkaran suci roh-roh” seseorang melakukan kemurtadan.

Seperti yang telah kami bahas di dalam video kami, “Vatikan II Adalah Agama Baru”, partisipasi aktif di dalam ibadat non-Katolik selalu dilarang, sebab dengan mengambil bagian secara aktif di dalam ibadat non-Katolik, seseorang mewujudkan kepercayaan akan agama yang ibadatnya sedang dilaksanakan. Maka, sewaktu orang-orang pagan secara publik dan aktif memanjatkan doa kepada roh-roh iblis (seperti yang terjadi pada ritus yang berlangsung di Kanada ini), seseorang yang mengambil bagian secara aktif di dalam ritus tersebut (seperti yang dilakukan oleh Fransiskus dan para Kardinal palsunya) mengakui kepercayaan akan roh-roh yang sedang disembah itu serta agama yang ibadatnya sedang dilaksanakan.

Paus Pius XI, Mortalium Animos (# 11), 6 Jan. 1928:
“Maka, Saudara-Saudara yang Terhormat, jelaslah mengapa Takhta Apostolik ini tidak pernah mengizinkan umat-umatnya untuk mengambil bagian di dalam perkumpulan-perkumpulan orang-orang non-Katolik ….”

Paus Pius XI, Mortalium Animos (# 2), 6 Jan. 1928:
“Oleh sebab itu, mereka mengadakan rapat-rapat, pertemuan-pertemuan, konferensi-konferensi yang dihadiri oleh para hadirin yang cukup banyak jumlahnya; orang-orang tersebut mengundang untuk berdiskusi semua orang tanpa pandang bulu, orang-orang kafir dari segala kalangan, orang-orang Kristiani Upaya-upaya semacam itu sama sekali tidak boleh disetujui oleh orang-orang Katolik, karena upaya-upaya tersebut berlandaskan pendapat yang sesat bahwa semua agama kurang lebih baik dan patut dipuji … Orang-orang tersebut bukan hanya sepenuhnya tersesat di dalam kesalahan, tetapi orang-orang yang menganut opini semacam itu juga menolak agama yang sejati; mereka menyesatkan gagasan tentang agama sejati … Jelas sekali, oleh karena itu, bahwa dengan bergabung bersama para pendukung dan penyebar doktrin-doktrin semacam itu, seseorang sepenuhnya meninggalkan agama yang diwahyukan secara ilahi.”

Video kami, “Vatikan II Adalah Agama Baru” mengutip berbagai hal untuk menunjukkan bahwa segala tindakan atau sikap badan yang menandakan partisipasi aktif di dalam ibadat non-Katolik, seperti menerima pemberian pada saat upacara itu, menempatkan tangan pada hati anda, dan tentunya melakukan doa bersama, memberikan “pemberkatan” bersama, mengikuti arahan-arahan dari pemimpin ibadat, membantu mengatur ibadat, menanggapi doa-doa, dll. – semua tindakan atau sikap badan semacam itu tergolong dosa berat dalam bentuk partisipasi di dalam ibadat agama sesat.

Para Anti-Paus Vatikan II telah membuat banyak pernyataan serta tindak bidah dan kemurtadan, tetapi peristiwa yang satu ini luar biasa jelasnya. Peristiwa ini membuktikan sekali lagi bahwa Fransiskus adalah seorang pemurtad publik. Karena “ilah-ilah orang-orang pagan adalah roh-roh jahat” (1 Kor. 10:20), Anti-Paus Fransiskus dan para kardinal palsunya semakin membuka diri mereka sendiri kepada roh-roh jahat melalui partisipasi aktif mereka ini di dalam paganisme.

Paus Paulus IV, Cum ex Apostolatus Officio, 15 Feb. 1559:
“ … agar Kami tidak akan mendapatkan kemalangan untuk melihat sang Pembinasa keji, yang telah dibicarakan oleh sang nabi Daniel, di dalam tempat suci … Kami mencanangkan, memutuskan, mendekretkan, dan mendefinisikan bahwa jika pada waktu kapan pun tampak bahwa Uskup mana pun … sebelum promosinya atau pengangkatannya sebagai Kardinal atau Paus Roma, telah menyimpang dari Iman Katolik atau jatuh ke dalam suatu bidah … promosi atau pengangkatan tersebut, bahkan jika tidak ditentang dan tercapai lewat persetujuan yang bulat suara dari semua Kardinal, tidak sah, batal dan tidak bernilai ….”

Kapankah para pembela dan pengikut Sekte Vatikan II akan bangun? Sekte ini yang bukan Gereja Katolik, melainkan sang Pelacur Babel yang telah dinubuatkan serta Kontra-Gereja akhir zaman. Tontonlah pula video kami yang baru, yang berjudul “Apakah Alkitab Memprediksikan 70 Tahun Tanpa Seorang Paus?”

“Dan wanita itu didandani dengan kain ungu dan kain merah padam, dan dihiasi dengan emas dan batu permata dan mutiara, sambil memegang cawan emas di tangannya yang penuh dengan kekejian dan kenajisan percabulannya. Dan pada dahinya ada tertulis suatu nama, suatu misteri: ‘Babel yang agung, Ibu dari para pelacur dan dari kekejian bumi.’” - Wahyu 17:4-5

St. Robertus Bellarminus, De Romano Pontifice, Buku 2, Bab 30: “ … seorang Paus yang adalah bidah secara manifes [terang-terangan] secara otomatis berhenti menjadi Paus dan kepala, layaknya ia berhenti menjadi seorang Kristiani dan seorang anggota Gereja. Maka dari itu, ia dapat dihakimi dan dihukum oleh Gereja. Ini adalah ajaran dari semua Bapa Kuno yang mengajarkan bahwa para bidah manifes langsung kehilangan semua yurisdiksi.”

SHOW MORE